SOWAN KE KIYAI DAN PENDAMPINGAN KEPADA TEMAN-TEMAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS CORONA ( COVID-19).KPM MIM UNIPDU JOMBANG

SOWAN KE KIYAI DAN PENDAMPINGAN KEPADA TEMAN-TEMAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS CORONA ( COVID-19).
KPM MIM UNIPDU JOMBANG
Pada Tanggal 13 Agustus 2020
Nama : Muhammad Habib Badawi
Nim : 1217008
DPL : Mahmud Huda, M.Si
Status : Mahasiswa Unipdu Jombang
Tempat : dindalem Kh. Zainul Ibad As’ad S.Ag Selaku Pengasuh Asrama Ibnu Sina Dipondok Pesantren Darul ‘Ulum Peterongan Jombang 
Sebagai mahasiswa dan santri sudah sepatutnya saya harus menjungjung tinggi akhlak dan adab saya terhadap guru saya karena sebagai anak asrama/anak pondoan sudah tidak asing lagi kalau mendengar kata-kata dari akhlak/adab karena bagi anak asrama itu setiap hari kita lakukan baik materinya ataupun praktiknya oleh sebab itu saya memilih kpm mim diasrama karena situasi dan keadaan kita yang dilanda musibah pandemic covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia, tema yang saya angkat pada kpm mandiri ini adalah bimbingan terhadap santri-santri darul ‘ulum jombang dalam menghadapi wabah virus corona.
Sudah sepatutnya kita saling mengingatkan dan saling menghargai dalam konteks kita sebagai manusia yang berbudi luhur, mempunyai ilmu dan pengalaman yang ada maka berangkat dari permasalahan ini saya selaku mahasiswa di universitas pesantren tinggi darul ‘ulum dan sebagai bagian dari santrinya karena saya juga berada diasrama menghimbau kepada teman-teman santri yang berada dipondok pesantren darul ‘ulum jombang untuk sama-sama kita putuskan rantai penyebaran virus corona ini, tentunya dengan berbagai cara yang sudah saya amati sebelum menjalankan bagaimana mestinya kita untuk memutuskan penyebaran virus corona.
Langkah-langkah yang saya ambil untuk melakukan pencegahan penularan virus corona tidak asing lagi didengarkan oleh teman-teman santri karena sebelum mereka balik keasrama mereka terlebih dahulu melakukan karantina dirumahnya masing-masing selama 14 hari lamanya kalau sudah 14 hari masa karantinanya baru disuruh membuat keterangan sehat dari rumah sakit setempat sehingga mereka bisa balik kepondok pesantren darul ‘ulum ini.
Dan dipondok pesantren darul ‘ulum ini juga dilakukan pengecekan suhu badan sehingga mereka diperbolehkan masuk keasramanya masing-masing kalau seumpama mereka tidak mengindahkan peraturan yang sudah dibuat oleh majelis pimpinan pondok pesantren darul ‘ulum maka resiko anak atau wali santri tersebut ditanggung sendiri oleh pihak yang bersangkutan. 
Langkah yang saya ambil untuk memutus rantai penularan covid-19 adalah dengan membagikan masker dan Hand Sanitizer dikamar teman-teman santri masing-masing dan sekalian membimbing supaya tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ada.
 
Setelah saya melihat dari kegiatan sehari-hari teman-teman santri bahwasannya penerapan memakai masker itu ketika sekolah karena mereka berintraksi sama guru-gurunya yang diluar pondok pesantren, waktu keluarnya juga dibatasi teman-teman santri diperbolehkan keluar asrama kalau sekolah saja dengan penerapan protocol kesehatan tenting selain itu dari pihak pondok pesantren tidak memperbolehkan keluar asrama meskipun mereka membeli nasi, pesan nasinya lewat balik gerbang dengan bapak yang sudah tidak asing lagi bagi saya selaku penulis artikel ini maupun dari teman-teman santri khususnya pondok induk mengapa melakukan demikian supaya penularan dari covid-19 ini dapat diputuskan mata rantai penyebarannya dengan diikuti kebersihan lingkungan, kedisplinan dll.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Protokol Kesehatan Cara Memakai Makser yang Benar dan Pembagian masker Di Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Sosialisasi Protokol Kesehatan Kepada Santri Di Ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang (asrama Induk) KPM MANDIRI UNIPDU JOMBANG