KISAH SAYA MEMBIMBING MENGAJI AL-QUR’AN PADA MASA PANDEMI COVID-19KPM MIM UNIPDU JOMBANG

KISAH SAYA MEMBIMBING MENGAJI AL-QUR’AN PADA MASA PANDEMI COVID-19
KPM MIM UNIPDU JOMBANG
Pada Tanggal 31  Agutus 2020
Nama : Muhammad Habib Badawi
Nim : 1217008
DPL : Mahmud Huda, M. Si. 
Status : Mahasiswa Unipdu Jombang
Meskipun pandemi covid-19 sedang melanda dunia saat ini tapi ini tidak menyurutkan niat saya untuk tetap semangat dalam membimbing teman-teman santri guna agar mereka-mereka semua bisa mengaji, membaca Al-Qur’an dengan baik dan bener, saya berusaha semampu saya didalam membimbing dan menemaninya disela-sela pembimbingan saya berusaha untuk seintens mungkin sama mereka saya tidak ada sekat dengannya ini bertujuan supaya mereka tidak  isin atau enggak malu sama saya, 
Menanamkan sifat percaya diri pada kemampuannya itu yang saya selalu tekankan kepada mereka bahwa anda harus percaya dengan kemampuan anda karena yang mengetahui kemampuanmu itu adalah dirimu sendiri sedangkan saya sebagai penuntun untuk selalu menuntun dan membimbing teman-teman semua.
Proses pembimbingan yang saya utarakan kepada mereka adalah dengan membacakan surah yang sudah saya tentukan terus saya suruh nyimak dengan seksama bergantian kalau teman yang didekatnya membaca surah dia nyimak kalau dia membaca surah teman yang ada didekatnya juga menyimak begitu seterusnya.
Waktu pembimbingan membaca Al-Qur’an itu dibagi dua yakni ba’da shubuh dan ba’da maghrib saya biasanya kalau membimbing shubuhnya untuk pelapalan mahkrijul hurufnya sedangkan maghrib dipakai untuk mengaji seperti biasanya kayak murattal biasa supaya makin lancar dan terbiasa.
Landasan dan sebagai motivasi saya didalam melakukan pembimbingan membaca Al-Qur’an pada masa pandemic ini adalah dalam surat Al-Maidah ayat 2 Allah SWT. Berfirman yang artinya: “ Dan tolong menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sesungguhnya siksa Allah sangat berat”. 
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat dalam bukunya berjudul Ungkapan Hikmah mengatakan, membantu sahabat atau orang sekitar kita sama saja sebagai tindakan menebar vibrasi syukur kepada Allah SWT. Energi ketulusan dalam bantuan itu akan menebar kepada orang-orang yang dibantu.
Dia menjelaskan sudah sepatutnya manusia bersyukur karena Allah SWT. Dapat memberikan kesempatan keadanya untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Bukan justru meminta kepada orang lain untuk bersyukur dan berterima kasih kepada kita.
Dalam hadis Rasulullah bersabda bahwa siapa yang melapangkan suatu kesusahan dunia dari seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan dirinya di hari kiamat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOWAN KE KIYAI DAN PENDAMPINGAN KEPADA TEMAN-TEMAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS CORONA ( COVID-19).KPM MIM UNIPDU JOMBANG

Sosialisasi Protokol Kesehatan Cara Memakai Makser yang Benar dan Pembagian masker Di Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Sosialisasi Protokol Kesehatan Kepada Santri Di Ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang (asrama Induk) KPM MANDIRI UNIPDU JOMBANG